• 5
  • 5
  • 3

Selamat datang di Website Resmi SD Islam At-Taqwa Pamulang - Menuju Generasi Cerdas dan berakhlak Karimah - Silahkan masukkan kritik dan saran anda di Menu Buku Tamu-Sekarang anda dapat berkomentar mengenai SDI via Facebook klik menu Forum SDI

Pencarian

Kontak Kami


SD ISLAM AT-TAQWA

NPSN : 20604477

Jl. Benda Timur 15, Pamulang Permai II Kel.Benda Baru Kec.Pamulang, Tanggerang Selatan 15416


sdiattaqwapamulang2@gmail.com/sdiattaqwatangsel@ya

TLP : 0217498019


          

Prestasi Siswa

Like Facebook kami

Banner

Panduan Menjadi sekolah Bilingual




Postingan ini ditulis pada 15 Agustus 2013, oleh Agus Sampurno. Admin tertarik untuk mengulas postingan ini kembali dalam rangka sebagai panduan kami para guru SD Islam At-Taqwa yang ingin sekolah kami menjadi sekolah Bilingual.

Label sekolah bilingual jadi sarana marketing bagi pengelola sekolah swasta untuk mencari murid dan meyakinkan orang tua murid.

Dari sisi idealisme sekolah bilingual juga bisa jadi salah satu jawaban atas tantangan pendidikan Indonesia sekarang dan di masa depan.

Banyak pihak yang khawatir dan meragukan keefektifan dari program ini di sekolah, apalagi yang banyak terjadi adalah bahasa Indonesia malah jadi bahasa yang asing di sekolah yang menerapkan program ini.

Alih-alih ingin masuk ke kancah dunia internasional dengan menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional hasil didikan sekolah bilingual malah tidak punya dasar bahasa ibu atau lupa akar dan budayanya sendiri.

Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi?,  berikut ini adalah ulasannya.

Mengapa sekolah bilingual penting?

Sarana mengenalkan siswa pada prinsip internasionalisme

Dengan menguasai bahasa kedua yaitu bahasa Inggris, siswa jadi punya bekal lebih dan persiapan yang cukup memasuki ajang pergaulan antar bangsa.

Siswa bisa berkomunikasi bahasa Inggris bukan hanya mengerjakan soal bahasa Inggris tetapi juga mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dengan baik dan benar.

 

Bagaimana sekolah mendampingi guru agar terwujud sekolah yang bilingual?

Sekolah hendaknya membentuk ‘komite bahasa Indonesia’ yang anggotanya adalah para guru yang menentukan arah pembelajaran bahasa Indonesia.

Sekolah bilingual bukan sekolah yang lupa asal usul dan budaya justru penguatan bahasa Indonesia jauh lebih penting untuk dikerjakan lebih dahulu.

Sekolah mesti yakin bahwa ditangan guru-lah program bilingual akan berjalan dengan baik. Caranya pada saat yang sama hendaknya guru juga ikut untuk berlatih berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris baik dan benar.

Jika guru bukan dari fakultas bahasa Inggris atau yang belum menguasai bahasa Inggris dengan baik, sekolah bisa memberikan les tambahan bagi guru secara rutin.

Caranya Sekolah mesti mencari guru ‘native speaker’ yang benar-benar mampu mengajar dan bisa menginspirasi guru lainnya agar percaya diri saat berbahasa Inggris.

Native speaker juga berfungsi sebagai quality control dari penggunaan bahasa Inggris di sekolah, meneliti surat-surat yang berbahasa Inggris yang akan diberikan pada orang tua siswa. misalnya, menjadi tanggung jawab dari native speaker yang ada di sekolah. Walaupun satu orang, guru native ‘harus’ ada, karena dari dia anak dengar bahasa Inggris dari penutur asli.

Sekolah merubah struktur gaji dengan menambahkan penggunaan bahasa Inggris sebagai salah satu komponen penggajian.

Caranya sekolah mesti membuat tes rutin dua tahun sekali dari situ guru yang bagus hasil tesnya dihargai dengan pemberian insentif.

Sekolah menentukan pelajaran mana saja yang menggunakan bahasa Inggris biasanya adalah (Sains, social sains, matematika serta tentu saja bahasa Inggris)

Raport siswa pun dibuat dalam dua bahasa, dan jadwalnya kapan dan pelajaran apa yang diberikan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

 

Bagaimana sekolah mendampingi orang tua siswa demi terwujudnya sekolah bilingual yang efektif?

Dalam prosesnya sekolah mesti siap hadapi orang tua siswa yang kritis dalam penggunaan bahasa Inggris di sekolah. Banyak kasus orang tua menemukan bahasa inggris yang salah grammar di sekolah yang bilingual. Sekolah mesti terus melakukan komunikasi yang efektif dengan orang tua agar tidak terlintas penyesalan mereka sudah membayar mahal.

Melakukan survey bahasa kepada orang tua siswa di rumah mengenai penggunaan bahasa apa yang dipakai di rumah.

Ada sekolah bilingual yang terlambat melakukan hal ini sehingga saat mempersiapkan Ujian Nasional bahasa Indonesia di kelas 6, mereka mengajarkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena sekolah terlambat sadar dan mengetahui bahwa ternyata murid-murid yang bersekolah disitu terbiasa berbahasa Inggris sedari kecil di rumah sehingga minim penguasaan bahasa Indonesianya.

 

Apa yang terjadi jika sekolah kurang terencana dalam menerapkan program bilingual di sekolahnya?

Bahasa Indonesia jadi bahasa kedua di sekolah. Hal ini tentu saja akan membuat sedih dan marah semua individu yang cinta tanah air dan bangsa, karena bahasa persatuan yang dicanangkan dengan susah payah oleh para pendiri Negara kita malah jadi bahasa kedua yang tentu saja dianggap kurang penting hanya karena rencana yang tidak terprogram oleh sekolah.

soal tes yg diberikan ke murid dalam bahasa inggris akan terjadi terjemahan yang kikuk dan kurang sesuai, karena copy paste langsung dari google translate.

Sekolah akan kerepotan saat bahasa Indonesia dijadikan ujian nasional karena tidak pernah ada program yang baik dan terukur dalam mengajarkan bahasa Indonesia. murid akan bicara atau menulis dalam bahasa ‘gado-gado’ dalam 2 bahasa.  Serba tidak matang penguasaan bahasanya.

Oleh karena itu, untuk menjawab semua tantangan di atas dalam menjalani Program sekolah Bilingual maka SD Islam At Taqwa menerapkan kurikulum bilingual. sebagai berikut:

Waktu Pelajaran program bilingual

Sekolah menerapkan waktu pemebalajaran Program Bilingual yaitu di waktu pagi atau setengah jam setelah apel pagi biasanya setelah guru dan siswa membaca hafalan-hafaln doa harian dan surat-surat pendek Al-Quran.

Buku yang digunakan

Buku yang digunakan adalah buku yan dibuat khusus untuk siswa SDI, buku ini tersedia dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. ada buku untuk siswa juga ada buku gurunya.

Penilaian

Seperti mata pelajaran yang lainnya program bilingual di SD Islam At-Taqwa mengevaluasi siswa untuk mengukur hasil belajarnya dalam satu semster, dan diberikan sertfikat bilingual.

Pembiasaan Para Guru

Para Guru yang belum mahir Bahasa Inggirs dibiasakan menggunakan bahasa inggris setiap hari Jumat sebagai metode dan sarana sekolah untuk melatih bahasa Inggris guru yag bukan lukusan bahasa Inggris dan didapingi oleh Native speaker sebagai quality control.

Demikian ulasan singkat mengenai Program sekolah bilingual di SD Islam At-Taqwa Pamulang.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas